Bayan Jemaah Qatar – Terjemahan Maulana Abdul Hamid (Imam Masjid Sri Petaling K.Lumpur)

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin …..

Allah SWT berfirman mengenai orang-orang kafir yaitu mereka itu adalah seperti binatang malah lebih dahsyat dari itu. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” Nabi SAW telah bersabda daripada firman Allah SWT dalam hadits Qudsi yang artinya,”Wahai hambaKu, Aku mengingati kamu tetapi kamu melupakanKu. Aku tutup keaiban kamu tapi kamu tetap memaksiati Ku. Kalau Aku inginkan pada saat ini, pada ketika ini, Aku perintahkan bumi untuk menelanmu, dan memerintahkan bukit untuk bercantum dan menghancurkan kamu di bawah api-apinya yang panas, ingatlah hambaKu bahawa setiap manusia pasti akan melalui, akan datang di hadapan Aku, akan berdiri di Hadapan Aku. Aku akan beritahu segala amalan-amalan mereka, dan Aku akan jalankan hisab-hisab atas segala amalan-amalan perbuatan mereka, dan pada hari itu Aku akan ceritakan segala kesalahan-kesalahan kamu, maka pada hari itu kamu akan merasa alangkah baiknya kalau saya tidak lakukan kesalahan-kesalahan ini dan dosa-dosa ini. Tetapi sebagaimana di dunia dulu Aku telah menutup kejahatan dan keburukanmu, maka pada hari ini Aku maafkan Kamu Aku ampunkan kamu. Untuk itulah Aku telah namakan diriKu Maha perkasa lagi maha pengampun.”

Bersyukur kepada Allah yang telah menjadikan kita di kalangan orang-orang mukmin dan tidak menjadikan kita di kalangan orang-orang kafir yang mengingkari perintah Allah SWT.

Umat ini apabila mereka bangun melaksanakan usahan agama dan agama ini ada dalam kehidupan mereka, maka Allah SWT akan memberi 4 perkara.

Empat perkara ini akan datang berkat dari usaha agama.

Pertama, Allah SWT akan memberi hakekat Islam. Islam secara realitinya dalam kehidupan kita. Allah akan memberikan kepada kita hakekat mahabah, hakekat kasih sayang kepada Allah SWT, kepada Rasulullah SAW.

Yang kedua, Allah SWT akan memberikan kepada kita hakekat kasih sayang sesama manusia walaupun berbeda bahasa, bangsa, rupa, warna kulit dan keturunan. Tetapi Allah SWT akan meletakkan kasih sayang sesama mereka karena berkat usaha yang mulia ini.

Yang ketiga, Allah SWT akan mengangkat orang-orang Islam dari lembah kehinaan kepuncak kemuliaan.

Yang keempat, Allah SWT akan menundukkan semua tertib-tertib alam yang bergerak. Allah akan tundukkan matahari dan bulan, laut dan gunung, semua mahluk, tunduk kepada orang yang beriman kepada Allah SWT

lantaran berkat usaha agama, usaha yang dibuat oleh Baginda SAW. Sahabat-sahabat RA telah memperhiasi diri mereka dengan iman dan amal.

Perhiasan mereka adalah taqwa.

Perhiasan mereka adalah menghindari dari amalan-amalan yang keji yang dibenci oleh Allah SWT.

Perhiasan hidup mereka adalah cinta kepada Allah SWT.

Perhiasan hidup mereka cinta kepada Rasulullah SAW.

Perhiasan hidup mereka hubungan dengan Allah SWT.

Perhiasan hidup mereka adalah Zuhud.

Perhiasan hidup mereka adalah taat.

Inilah perhiasan-perhiasan hidup yang ada pada para sahabat RA. Mereka dimuliakan oleh Allah SWT.

Jadi Tuan-tuan yang mulia, perhiasan yang sebenarnya bukanlah mas dan perak bukan kekayaan, bukan harta benda. Tapi inilah sebenarnya perhiasan, yang dimiliki oleh sahabat RA. Sayang seribu sayang, hari-hari telah berlalu, zaman telah berlalu, kita telah kehilangan sifat-sifat yang mulia ini, kita telah kehilangan sifat para sahabat RA.

Alangkah baiknya kalau kita berusaha agar sifat-sifat ini datang lagi kepada kita. Allah SWT akan memuliakan kita. Sebenarnya kehilangan itu bukanlah kehilangan mas dan perak, pakaian dan nyawa, tetapi kehilangan yang sebenarnya adalah kehilangan perhiasan-perhiasan yang telah berhias dengannya para sahabat RA dalam kehidupan mereka.

Isteri pada sahabat RA suatu hari telah meminta cerai dari suaminya. Padahal selama ini mereka adalah keluarga bahagia. Tapi secara tiba-tiba si isteri telah meminta cerai. Suaminya menjadi terperanjat. Kata suaminya,” Baiklah mari kita pergi jumpa dengan Rasulullah SAW agar beliau boleh menghukum diantara kita.” Mereka keluar di waktu malam untuk jumpa Rasulullah SAW. Karena malam, suaminya telah terjatuh ke dalam lubang dan kakinya terkilir. Maka isterinya membawanya kembali ke rumah.

Maka kata isterinya bahwa perceraian tak usah dilakukan atau cancel. Suaminya lebih terperanjat dan bertanya alasannya. Kata si isteri,”Semenjak kita kawin, abang tak pernah sakit, saya tak pernah sakit, dan anak-anak tak pernah sakit. Maka rumah yang tak pernah datang sakit adalah terjauh dari rahmat Allah SWT, tak datang rahmat Allah SWT.”

Seorang sahabat kembali ke rumah. Didapatinya tempat masak roti menyala. Padahal dia tahu bahwa di rumahnya tak ada apa-apa makanan untuk dimasak atau dimakan. Maka ia bertanya kepada isterinya,”Apa yang kamu masak?” Si isteri menjawab,”Saya hanya sekedar menyalakan api. Sehingga nanti kalau ada tetangga yang datang berziarah, mereka mengetahui bahwa di rumah kita ada makanan. Dan saya tidak ingin mereka mengetahui keadaan kita yang sebenarnya.”

Lalu suaminya mematikan api itu. Dan didapatinya dalam tempat masak itu ada tersedia banyak roti bakar dan daging bakar.

Allahu Akbar!

Zakaria AS telah mengambil tanggungjawab memelihara Maryam AS. Jika Zakaria AS pergi ke masjid, maka dia akan mengunci pintu mihrab Maryam AS. Tapi selalunya ketika Zakaria AS masuk ke mihrab Maryam di musim panas, terdapat makanan musim sejuk. Jika Beliau AS masuk di musim sejuk, didapatinya di mihrab Maryam AS ada makanan musim panas.

Maka Zakaria AS keheranan, dan bertanya,”Darimana kamu dapat buah-buahan ini?”

Kata Maryam AS,”Dianya dari Allah SWT yang merezkikan tanpa hisab atau tak berbatas.”

Maka apabila kita bawa agama dalam kehidupan kita, kita yakin kepada firman Allah SWT, yakin terhadap Rasulullah SAW dengan sebenar-benarnya yakin, maka Allah akan memberikan rezeki kepada kita dari tempat yang tidak disangka-sangka, seperti yang dilakukan Allah terhadap Maryam AS.

Khadijah RA telah mengorbankan hartanya, dirinya sepenuhnya kepada Allah SWT. Apabila dia masih lagi berjalan di atas muka bumi, masih lagi hidup, Allah SWT telah mewahyukan kepada Nabi SAW mengenai syurga yang Allah SWT telah sediakan untuk Khadijah RA.

Hassan Basri RAH, seorang muhadits yang terkenal berkata,”Sekali saya berjalan di jalan-jalan Baghdad. Tiba-tiba satu orang sedang menjual hamba abdi yang dijual dengan harga 20 dinar. Tapi kata si penjual itu bahwa abdi ini penuh dengan ke’aiban. Maka Hasan Basri RAH menjadi heran. Dan menengok wajah si abdi itu. Dan terlihat bahwa wajahnya bersinar seperti bulan purnama. Maka dibelinya hamba itu, dan ditanyanya,”Apa ke’aibanmu yang disebutkan orang itu tadi?”

Kata si abdi,”Hamba berpuasa sepanjang hari, dan beribadah sepanjang malam.” Maka kata Hasan Basri RAH,” Semoga Allah SWT memberikan ke’aiban itu kepada kita.”

Khalid Bin Walid seorang pejuang hebat, pada saat menjelang meninggalnya telah terbaring di rumah. Dan dia merasa sedih luar biasa, karena kematiannya yang di tempat tidur bukan di medan pertempuran. Di saat menjelang wafatnya, datang anak perempuannya yang masih kecil. Dan menangis. Kata Khalid,” Jangan bersedih, kita minta doakan supaya Allah SWT menjadikan bapak kamu termasuk dalam ahli surga.”

Kata anak perempuan kecilnya itu,”Saya menangis bukan karena bapak saya akan menjadi ahli surga atau ahli neraka. Saya menangis karena nanti jika saya bermain-main dengan kawan-kawan lainnya, mereka akan mengatakan bahwa bapak kami meninggal syahid dijalan Allah, sedangkan bapak kamu meninggal dunia di atas tempat tidur di rumah.”

Allahu Akbar!

Allah SWT menjadikan kebahagiaan, kemuliaan, ketinggian, hanya pada agama. Apabila kita amalkan amalan agama sepenuhnya di dalam kehidupan kita, walaupun kita tidak memiliki apa-apa di dunia ini, tapi Allah SWT akan memberikan kemuliaan, ketinggian kepada kita karena berkat daripada agama.

Karena Allah SWT telah menjanjikan bahwasanya ketinggian, kemuliaan hanya pada agama semata-mata. Seorang sahabiyah, Khanza, keempat-empat anaknya, bapaknya, pamanya, telah pergi ke jalan Allah SWT. Maka apabila semuanya kembali dari medan pertempuran diberitahu kepadanya bahwa anak-anaknya telah gugur syahid.

Dia bertanya, Bagaimana Rasulullah?

Diberitahu lagi bahwa bapaknya juga syahid. Dia tetap pertanya,

Bagaimana Rasulullah.

Diberitahu lagi pamannya telah syahid , dia tetap bertanya bagaimana Rasulullah SAW. Begitu melihat Rasullah SAW dia berkata,”

Demi bapak ibuku, melihat Rasulullah, semua kesusahan, kesedihan menjadi hilang.”

Di dalam peperangan Uhud, begitu para sahabat agak renggang dalam mengawal Rasulullah SAW, beliau telah diserang, dan jatuh, dan patah gigi, dan berdarah di bagian pipi dekat telinga.

Sabda baginda SAW,”Tidaklah aku tampak di kiri dan kananku, kecuali aku terlihat Ummu Amarah RA dengan pedangnya menghalangi musuh-musuh dari mendekati Rasulullah SAW.”

Inilah semangat yang dimiliki para wanita dalam memertahankan agama Allah SWT. Seorang anak Ummu Amarah, bernama Habib RA, telah ditahan oleh Musailamah yang mendakwah dirinya seorang nabi. Maka ditanya oleh Musailamah,”Apakah kamu naik saksi aku ini Rasulullah?” Jawab Habib RA,”Aku tidak mendengar.” Lalu ditanya lagi oleh Musailamah,”Apakah kamu naik saksi bahwa Muhammad itu pesuruh Allah?” Jawab si habib RA,”Ya, Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah.”

Kemudian Musailamah menyuruh pengawal-pengawalnya memotong sedikit daripada tangan Habib RA. Darah mengalir dari lukanya. Kemudian Musailamah bertanya lagi,”Apakah kamu bersaksi aku ini Rasulullah?” Jawab Habib RA,” Aku tidak mendengar.” Kemudian Musailamah bertanya lagi,”Apa kamu bersaksi bahwa Muhammad itu pesuruh Allah?” Jawab Habib RA,” Ya, Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu pesuruh Allah.”

Kemudian Musailamah menyuruh memotong sedikit lagi daging dari Habib RA. Dan kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama, dan diperolehinya jawaban yang tetap dari Habib RA. Begitu seterusnya, daging Habib RA dipotong sedikit demi sedikit, sehingga akhirnya dia mati karena kehabisan darah.

Kabar tersebut disampaikan kepada Ummu Amarah Rhu. Ummu Amarah telah begitu gembira sekali. Katanya,”Untuk hari inilah aku telah menyusui dia. Untuk hari inilah aku telah menyusui dia, iaitu untuk syahid di Jalan Allah SWT, dan aku mengharapkan ganjaran dari Allah SWT.”

Ada seorang wanita datang berhijrah ke Medinah dengan seorang anaknya. Anaknya telah diletakkan di suffah, dan ibunya di rumah seorang sahabiyah. Maka pada suatu hari anaknya telah meninggal dunia. Para sahabat telah mengurus jenazahnya, dan pergi ke Rasulullah SAW untuk meminta beliau menyembahyangkan jenazah tersebut. Rasulullah SAW bertanya,”Kalian telah memberitahu kepada ibunya?” Kata para sahabat,”Tidak ya Rasulullah.” Rasulullah SAW menyuruh para sahabat memberitahu kepada ibunya. Ibunya kemudian datang, dan duduk di samping jenazah anaknya seraya berdoa,”Ya Allah, aku telah datang karena cinta kepadaMu dan cinta kepada Rasulullah SAW. Aku telah meninggalkan berhala, karena aku zuhud terhadap mereka, tidak memerlukan mereka. Maka janganlah Engkau malukan aku terhadap musuh-musuhku, karena nanti dianggapnya kematian anakku adalah karena kemarahan berhala-berhala akibat aku berpindah ke agamaMu.” Belum sempat selesai doa sang Ibu, Allah SWT telah mengembalikan ruh anaknya.

Dan dia terus hidup sehingga wafat Rasulullah SAW, wafatnya Umar RA, dan hingga wafat ibunya sendiri. Fikir mereka siang dan malam adalah bagaimana hingga boleh selamat dari azab Allah SWT. Bagaimana boleh selamat dari akhirat nanti.

Inilah adalah fikir mereka siang dan malam. Mereka menggunakan semua kemampuan dan kebolehan mereka untuk fikir bagaimana agar selamat dari azab Allah SWT itu.

Tetapi sedihnya kita pada hari ini, kita pikir bagaimana agar mendapat harta-harta dunia dan nikmat-nikmatnya.

Allah SWT sebenarnya telah membagi-bagikan, telah menentukan bagian-bagian kita di dunia.

Tetapi untuk akhirat, Allah SWT tidak memberi jaminan kepada siapapun.

Untuk itulah, para sahabat RA siang dan malam senantiasa berfikir bagaimana memperbaiki kehidupan dunia dan akhirat untuk selamat dari azab Allah SWT.

Andaikata ada air di depan mereka, maka air ini telah ditentukan oleh Allah SWT. Sesungguhnya jika air ini telah ditetapkan Allah SWT untuk kita, maka kita tidak akan meninggalkan dunia ini sebelum minum air itu.

Tetapi Allah SWT telah memberikan sifat-sifat tamak, Maka ia ingin mendapatkan sesuatu walaupun melalui kekerasan.

Tapi para sahabat mereka yakin bahwa segala sesuatu telah dibagi-bagikan oleh Allah SWT pasti dan pasti akan datang kepadanya.

Dan mereka menyibukkan diri mereka siang dan malam untuk fikir bagaimana terselamat dari Azab Allah SWT di akhirat kelak.

Seorang sahabat balik ke rumahnya dan didapatinya tidak ada makanan. Kemudian dia mengatakan akan jumpa Rasulullah SAW meminta sedikit makanan. Isterinya berkata,”Tidakkan abang malu meminta kepada Rasulullah? Lebih baik abang ambil wudhu dan sholat dua rakaat di masjid, sayapun begitu juga di rumah.”

Maka si sahabat ini telah pergi dan melakukan sholat. Dia kembali dan bertanya kepada isterinya apakah sudah ada makanan.

Dan dijawabnya belum ada. Dia merasa mungkin ada dari sembahyangnya yang tidak betul. Dia kemudian berwudhu dan bersholat lagi. Demikian yang dilakukannya, sehingga saat pulang ke rumah, isterinya sedang sibuk memenuhi semua wadah-wadah di rumah untuk menampung gandum yang keluar dengan sendirinya dari kisaran.

Begitu diangkat, maka berhentilah gandum itu. Keesokan harinya, sahabat itu datang bercerita kepada Rasulullah SAW, dan dijawab Rasulullah SAW, ” Jika tidak diangkat tutup pengisar itu, maka gandum itu akan keluar hingga hari kiamat.”

Allahu Akbar!

Satu orang dari Amerika baru masuk Islam. Saat Br Fathi ini keluar ke Amerika, maka si lelaki itu diminta bayan. Si lelaki Amerika ini bertanya,”Bayan tentang apa?” Kata orang-orang bayanlah tentang kebesaran langit, bumi, dan sebagainya. Kemudian si lelaki bayan dan dia mengatakan,”

Amerika lebih besar dari Aljazair.” Lalu kata Maulana Faruq (sekarang mufti di Mekah),”Hai anakku, di surga itu ada satu mahligai yang Allah buat pintunya dari maghatir. Dan dari satu pintu ke pintu lainnya luasnya seperti langit dan bumi. Amerika itu besarnya seperti bilik air dalam bilik itu saja.

Allahu Akbar!

Wanita-wanita yang sholehah yang taat perintah Allah SWT, ikut sunnah nabi SAW, amalkan agama dalam kehidupan mereka, maka mereka akan menjadi ketua dari bidadari-bidadari. Mereka lebih cantik beribu kali dari bidadari, yang Allah SWT sediakan bagi penduduk surga.

Maka Rasulullah SAW pada saat miraj dengan roh dan tubuhnya sampai ke suatu mahligai yang sangat besar. Tingginya 120 km. Naik keretapun letih. Maka di hadapannya ada satu bidadari yang sangat cantik, memakai pakaian berwarna hijau. Maka Nabi SAW bertanya,”Untuk siapa mahligai ini?” Kata bidadari tadi,” Untuk seorang pemuda Quraisy.”

Maka Nabi SAW menyangka itu adalah dirinya. Maka Nabi SAW hendak masuk ke dalamnya. Maka Rasulullah ditahan di pintu, dan dikatakan bahwa itu untuk Umar RA.

Maka kata Nabi SAW kepada Umar RA,”Tiadalah yang mencegah aku dari memasuki mahligai itu, kecuali aku teringat akan sifat cemburu kamu. Maka Umar RA menangis, dan berkata,”Wahai Rasulullah apakah aku cemburu kepada kamu, apakah aku cemburu kepada kamu?”

Kemudian Rasulullah SAW memegang tangan Ali RA dan mengguncangkannya dan berkata,”Wahai Ali tidakkah kamu sukai bahwa mahligaimu berhadapan degnan mahligai aku di surga kelak?” Kemudian nabi SAW berkata kepada cucunya,”Wahai Hasan dan Husain, kamu adalah penghulu kepada para pemuda di dalam surga.”

Kemudian Nabi SAW berkata kepada Fatimah RHA,”Wahai Fatimah, kamu adalah penghulu para wanita dalam surga.” Di dalam surga ada satu bilik yang terbuat dari perak. Dan didalamnya ada 1000 katil, dan tiap-tiap katil ada seribu hamparan. Dan di antara hamparan itu ada sungai yang mengalir.

Inilah tempat yang Allah bagi kepada waliullah, manusia-manusia yang taat kepada Allah SWT bersama dengan isterinya. Kita di dunia, besar manapun satu istana, dibawahnya tidak ada sungai hanya longkang-longkang saja yang mengalir.

Maka kita di surga tak perlu masak. Apa saja yang kita inginkan akan datang. Ingin buah tinggal petik. Mau buah anggur tinggal petik juga dari dahan yang sama. Dia akan mengeluarkan beraneka buah yang berbeda. Makan sebanyak manapun tidak perlu buang hajat. Hanya bersendawa. Sekali bersendawa harumlah segala isi surga. Bau kasturi.

Dan didalam surga, hamba-hamba Allah yang bertakwa bersama isterinya yang sholelah mereka berjalan-jalan di surga. Maka datang burung kepada mereka dan berkata,”Makanlah aku.”

Maka sebelah sayapnya boleh digoreng, sebelah sayapnya lagi dibuat yang lain. Dan setelah mereka makan, tulang-tulangnya dibuang.

Begitu tulangnya dibuang, tulang itu kembali menjadi burung yang kemudian terbang dan berzikir kembali kepada Allah SWT. Itulah ganjaran yang akan Allah SWT berikan bagi lelaki dan wanita yang taat.

Maka inilah kita harapkan bahwa tiap dari Ibu-ibu untuk pulang dan renungkan untuk keluar di jalan Allah SWT. Karena belajar iman dan amal hanya boleh diperoleh kalau keluar di jalan Allah SWT dengan pengorbanan. InsyaALlah

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

AmalanMalam

addukhan
 
Tabarokallazi

Istimak2009

Assalamualaikum

Ini ada rakaman audio tentang bayan (penerangan dari Maulana)Yang berlangsung selama 3 hari di ijtimak Nilai pada 10,11,12/09/2009 tempoh hari ,sesiapa yang tak berkesempatan boleh lah mendengar disini.

Terjemahan-bayan-magrib-maulana-mohamad-lat-9.7.2009

Bayan Suboh 10.9.09 Maulana Saad di terjemahkan oleh Maulana Azim

Bayan Maghrib[selepas ijtimak] Maulana Saad [12.7.09] di terjemahkan oleh Maulana Azim

Bayan hidayat Maulana Saad 12.7.09 di terjemahkan oleh Maulana Azim

Bayan Maghrib Maulana Saad [11.7.09] di terjemahkan oleh Maulana Azim

ps~hati hati ada popup,ma'alumlah saya menggunakan web percuma !!
Terima kaseh
MariBertaranum

Mari bertaranum 1
 
Mari bertaranum 2
 
Mari bertaranum 3
 
Mari bertaranum 4


Tulisan yang lepas
September 2010
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

segala pertanyaan alamat kan kapada
infougama@wangkita.com